
Orang bijak bilang, kalau ingin tahu cara berpikirnya suatu bangsa, kenalilah dari buku yang mereka baca. Nah, kebetulan tiap tahun di awal spring (der Frühling) selalu diadakan pameran buku (bahasa sininya, Buchmesse). Pameran buku terbesar biasanya diadakan di kota Frankfurt dan Leipzig. Kaya' apa sih book fairnya di sini? Yuk, kita lihat yang dekat-dekat saja yaitu yang diadakan di Leipzig.
Pameran buku kali ini diadakan di 'Exhibition and Convention Hall'nya Leipzig namanya 'Leipziger Messe'. Nggak sampai 20 menit perjalanan naik KA dari Halle, kita sudah sampai di gedung ini. Seperti layaknya sebuah gedung pameran, Leipziger Messe ini megah dan moderen.
Di luar gedung pameran, kita disambut oleh "sebuah" kolam air yang sangat besar. Dari kejauhan, kolam itu tampak seakan-akan seperti "terbelah dua" dan setiap orang bisa berjalan di tengah-tengah kolam yang terbagi dua itu.

Setelah dari dekat, barulah kelihatan bahwa sebenarnya terdapat dua kolam air dan diantara kedua kolam itu dibuat jalan setapak yang lebih rendah dari tinggi permukaan air, sehingga orang yang lewat di jalan setapak itu tampak seperti "ditelan" oleh kolam tersebut.
Ada Halloween Party di Buchmesse?
Di pintu masuk, kita lihat banyak sekali ABG yang datang berkelompok dengan memakai kostum ala Halloween Party nya di Amerika atau mirip di State Street nya Madison. Kebanyakan dari mereka beraksi seperti tokoh dalam komik Manga dan dalam cerita Harry Potter, namun ada juga yang bergaya mirip tokoh Dr. Strauss dan Cinderella lengkap dengan pasangan pangerannya.
Lho, memangnya ada Halloween Party di sini? Ternyata, seperti juga ABG di tempat-tempat lain, para remaja di sini pun rupanya gandrung dengan cerita komik Manga, Sailor Moon dan Harry Potter yang memang populer di mana-mana itu. Nah, jadilah mereka rame-rame datang kesini dengan berpakaian ala tokoh pujaan mereka itu.
Ngapain aja mereka disitu? Ya, selain mondar-mandir dan melihat-lihat pameran itu seperti pengunjung lain, mereka juga 'ngeriung' dan berfoto ria dengan para pengunjung pameran - yang penasaran dan bengong ngeliat kelakuan mereka - seperti saya (mereka seneng banget lho difoto).

Kalau kita masuk ke gedung pameran, kita tidak langsung melihat stand-stand buku di situ, karena pameran bukunya sendiri terletak di lantai dua dan berlangsung di dalam lima hall yang besar. Seluruh lantai bawah dipenuhi oleh bangku-bangku dan meja-meja panjang untuk pengunjung yang pengen ngopi dan jajan. Selain itu ada juga information centre dan stand door prize (hadiah utamanya mobil lho).
Apa aja sih buku yang dipamerkan?

Kita menyempatkan diri untuk melihat-lihat stand buku di lima hall tersebut. Setiap hall memamerkan dan menjual buku-buku dengan kategorinya masing-masing. Misalnya, ada bagian desain grafis, kartun, komik, koleksi buku kuno, buku seni, dan buku audio. Sayangnya 90% dari buku-buku itu berbahasa Jerman semua. Bahkan, novel-novel yang aslinya berbahasa Inggris pun mereka terjemahkan ke dalam bahasa Jerman.
Peserta pamerannya antara lain adalah penerbit dalam dan luar negeri, organisasi-organisasi internasional (seperti Amnesty International) dan universitas dalam negeri. Standnya pun mereka hias sedemikian rupa sehingga terlihat artistik dan nyeni. Di beberapa stand juga diadakan semacam talk show ataupun lecture yang langsung disiarkan di TV, pemutaran film, serta teater boneka.
Kita sempat mampir ke hall yang merupakan stand internasional, siapa tahu ada buku berbahasa Inggris yang murah di situ. Di sini, kira-kira ada 31 stand dari negara-negara Eropa, Amerika, Meksiko, Cina dll yang ikut ambil bagian. Sayang, kita udah keliling nyari stand Indonesia kok nggak ada ya?
Di stand negara Turki tampak terpampang poster besar pengarang Orhan Pamuk yang memenangkan Nobel Prize tahun 2006.

Secara keseluruhan, pameran buku ini cukup bagus dan banyak diminati pengunjung, namun sayangnya selain hampir semua buku berbahasa Jerman, semua buku yang dijual rata-rata harganya sama dengan buku yang dijual di toko buku, jadi tidak ada book sale seperti umumnya Book Fair di Amerika.
Saya juga melihat bahwa pengunjung rata-rata hanya membeli dua atau tiga buku saja, tidak seperti umumnya orang Amerika yang selalu memborong buku kadang sampai lima kantong plastik besar kalau ada Book Fair semacam ini.

No comments:
Post a Comment