Sunday, April 8, 2007

Frohe Ostern!



Satu minggu menjelang Ostern (Easter), penduduk di Jerman sudah mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan. Biasanya, tidak hanya toko dan mall saja yang sibuk berhias diri, tetapi halaman rumah penduduk pun dihias dengan pohon telur yang berwarna-warni, dan juga jendela rumah mereka dihiasi dengan "Osterhase" (Easter Bunny) dan bunga daffodils, bunga kebanggaan penduduk yang dikenal dengan nama "Osterglocken" atau Easter Bells.


Tiap-tiap daerah di Jerman mempunyai cara yang berbeda-beda dalam merayakan Easter. Di daerah Weimar misalnya, diadakan acara berburu telur bagi anak-anak di halaman rumah pujangga terkenal Goethe. Di Bavaria, selalu diadakan Carnival. Di daerah-daerah lain di bagian Utara masih sering diadakan acara membakar pohon Natal. Acara ini, katanya, sebagai simbol meninggalkan winter dan menyongsong datangnya spring.




Di Halle, pada hari Minggu yang lalu, diadakan semacam 'keriaan'. Marktplatz yang sehari-harinya dipenuhi dengan kegiatan 'Farmer's Market', khusus pada hari itu dipenuhi dengan aneka permainan anak-anak, panggung gembira (dengan permainan orkes yang memainkan lagu-lagunya "jadul", alias jaman grup musik ABBA dan 'Grease'nya Olivia Newton John), serta tak ketinggalan aneka jajanan tradisional seperti cokelat dan sosis.








Di sisi lain di Marktplatz, terdapat kesibukan yang tidak kalah menariknya, yaitu pameran dan penjualan mobil mewah... (apa hubungannya dengan perayaan Ostern ya?).

Meskipun tiap daerah punya acara khas masing-masing, tapi di seluruh Jerman - seperti juga di negara-negara lain - telur warna warni, bunny, serta coklat dan permen tak kan pernah ketinggalan. Mengapa selalu ada telur, bunny, serta permen cokelat?


Menurut cerita, tradisi telur dan kelinci Easter yang kini berlaku di Amerika dan negara lainnya itu pertama kalinya berasal dari Jerman. Tradisi ini berawal dari jaman abad pertengahan, ketika para tuan tanah masih berkuasa dan ketika kaum petani masih menyewa tanah dari mereka.

Menjelang Easter, pada hari yang disebut Maundy Thursday (Holly Thursday), para tuan tanah memungut pembayaran sewa tanah dari para petani. Nah, saat itu, kaum petani ini memiliki persediaan telur yang banyak, karena telur memang tidak boleh dimakan pada masa puasa Lenten sebelum Easter. Jadi, mereka tidak membayarnya dengan uang, melainkan dengan telur dan daging kelinci.

Nah, sejak abad 17 hingga kini, dongeng kalau Easter Bunnylah yang memberi warna dan menyembunyikan telur di Hasengärtle (Bunny Garden) menjadi populer di kalangan anak-anak. Untuk mendapatkan telur warna warni itu mereka musti mencari di semak-semak atau di taman. Di Jerman, kegiatan berburu telur biasanya dipusatkan di Tiergarten (kebun binatang).

Konon, masih ada kepercayaan di Jerman, kalau warna telur yang didapat pertama kali adalah biru, maka ketidakberuntungan akan menyertai. Sebaliknya, warna merah adalah warna favorit, karena kalau berhasil menemukan telur merah pertama kali, maka keberuntungan akan datang selama tiga hari berturut-turut!

Kini, dengan hadirnya industri dan pabrik cokelat, maka tidak hanya telur yang musti dicari anak-anak, tapi juga permen dan cokelat...


Titanic terbuat dari cokelat pun ikut merayakan Ostern...



No comments: