Thursday, March 6, 2008

Praha 2: Charles Bridge's Devil & "Jam Bego"


Meninggalkan Hradcany Castle, menuruni anak tangga ke bawah bukit, maka kita akan bertemu daerah Mala Strana yang berisikan dunia dongeng anak-anak. Kalau kita terus berjalan, kita akan sampai pada sebuah jembatan yang tidak pernah sepi dari para turis. Namanya Charles Bridge. Berbeda dengan suasana di Mala Strana yang ceria dan penuh warna, disini suasana Gothic terasa sangat kental dan dominan.





Dengan puluhan patung Gothic yang berjajar di sepanjang sisi kiri dan kanan jembatan, Charles Bridge membentang di atas Sungai Vlatava, menghubungkan Mala Strana dengan Stare Mesto atau Old Town. di kedua ujung jembatan ditandai dengan sebuah menara yang tinggi, yang juga bergaya Gothic. Memang benar apa yang dikatakan orang kalau kota Praha adalah kota legenda dan mitos. Setiap patung di jembatan ini memiliki latar belakang cerita dan mitosnya sendiri. Salah satunya adalah sebuah patung St. John Nepomuk. Para turis sangat percaya bahwa dengan menyentuh patung itu, kita akan kembali lagi ke Praha dan berkah akan menghampiri kita.


.... turis bego?



Charles Bridge sendiri pun memilki ratusan legenda. Salah satunya adalah legenda yang mengatakan bahwa jembatan ini terbuat dari putih telur dan dibangun selama 23 tahun. Dari sebuah buku tentang legenda di Praha yang dibeli oleh teman saya, Irvan, saya tertarik pada sebuah cerita tentang the Charles Bridge's Devil.

Kala itu, Charles Bridge yang sedang dibangun, selama bertahun-tahun tak juga kunjung selesai. Si pembuat jembatan yang merasa putus asa, segera minta bantuan setan untuk menyelesaikannya. Setan pun setuju dengan satu syarat, yaitu siapapun yang pertama kali lewat di atas jembatan yang telah selesai, maka ia akan menjadi milik setan itu.



Demikianlah, setelah jembatan itu selesai dibangun, kebetulan istri si pembuat jembatanlah orang yang pertama kali melewati jembatan itu. Ia, yang sedang hamil tua, berulang kali berjalan-jalan di atas jembatan itu. Keesokan harinya, sang istri meninggal dunia. Si pembuat jembatan pun merasa sedih dan menceburkan dirinya ke dalam Sungai Vlatava.

Suatu malam, penduduk di sekitar sungai melihat seorang bayi terbang melayang di atas jembatan. Tak seorangpun bisa menangkapnya. Bayi itu semakin tinggi melayang, ditelan oleh kegelapan malam. Penduduk disitu percaya bahwa bayi itu telah dibawa malaikat ke surga.

Suasana di Charles Bridge siang itu sangatlah ramai. Ratusan turis ditambah dengan para seniman Ceko yang memamerkan dan menjual karya lukisan, foto, juga perrnik-pernik perhiasan, turut membuat sesaknya jembatan itu. Belum lagi, para seniman yang menggelar kebolehannya bermain musik membuat turis-turis itu berhenti berjalan dan memilih untuk menonton dan memotret para seniman tersebut.

"Jam Pintar atau Jam Bego?"


Melewati Charles Bridge, setelah berjalan berdesakan dengan para turis, kita akan tiba di Stare Mesto atau Old Town. Di pelataran Old Town atau Old Town Square, selain terdapat gedung Old Town Hall, beberapa gereja dan synagogue, juga terdapat sebuah jam 'pintar' yang sangat besar. Namanya Astronomical Clock. Jam dari abad Pertengahan ini bentuknya berbeda dengan jam yang biasa kita lihat sehari-hari.

Ia merupakan jam yang sangat 'complicated', karena sesuai dengan namanya, ia tidak hanya menunjukkan waktu, tapi juga menunjukkan kedudukan bumi, bulan, dan matahari, juga bintang-bintang.

Para turis tampak berkumpul di depan jam ini. Cuaca dingin rupanya tidak mereka hiraukan. Apa yang mereka tunggu? Satu jam sekali, seiring dengan berdentangnya jam, jam pintar ini akan mengeluarkan animasi berupa beberapa boneka dari kayu. Rupanya inilah yang ditunggu para turis itu.

Menurut teman-teman Indonesia di Praha, pemandangan seperti ini akan berlangsung setiap hari. Ibarat 'orang bego', mereka menunggu si 'Jam Bego' berdentang, mereka rela berdiri berjam-jam hanya untuk melihat patung-patung animasi yang keluar dari jam tersebut. Nah, di kalangan masyarakat Indonesia, daerah itu dikenal dengan julukan "JAM BEGO" .